Apa arti ibu bagimu? Kalau aku yang ditanya
seperti itu, aku akan jawab seperti ini “Ibu adalah sosok sahabat yang tidak
akan pernah menjadi musuh sampai kapanpun juga.” Kenapa gitu? Karena tidak ada
seorang ibu yang memelihara rasa dendam terhadap anaknya. Kalaupun ada, berarti
dia bukan seorang Ibu. Dia hanyalah seorang wanita yang dititipkan seorang anak
oleh Allah SWT tapi tidak tahu menahu bagaimana cara menjadi ibu.
Gatau
sih kenapa tapi setiap aku ada masalah apapun pasti ceritanya ke Ibu dan beliau
akan senantiasa mendengarkan. Pernah suatu malam aku cerita sama Ibu tentang
seseorang nah Ibu keliatan ngantuuuuuuuuk banget tapi aku egois, aku masih
terus aja cerita dan Ibu ketiduran terus aku bilang “Ih ibu mah ngga
ngedengerin malah tidur!” Dan Ibu seketika bangun terus bilang “Apa apa?”
karena aku udah terlanjur ngambek jadi aku bilang aja “udah ga jadi.”
Pernah
juga waktu aku sama Ibu terpisah jarak antara Bandung-Lampung, aku lg nangis
seketika handphone aku bunyi dan tertera nama “Ibu” di layar hape. Waktu aku
lagi pengen nelpon sama Ibu dan tiba tiba hape aku bunyi dan masih “Ibu” yang
tertera dilayar. Apa artinya? Itu insting beliau, teman.
Ngga
peduli seberapa sering aku berantem sama Ibu, beliau akan selalu mendengarkan
keluh kesah anaknya. Ibu akan selalu ada buat kita. Bersyukur kita yang masih
punya ibu sebagai sahabat sekaligus orang tua. Ibu ngga akan pernah membenci
anaknya. Dia akan terus memaafkan kesalahan anaknya karena kalian itu lahir
dari dirinya. Kalian darah dagingnya. Selama 9 bulan kalian berlindung pada
dirinya, bergantung pada apa yang dimakan oleh Ibu.
Dan
bersyukurlah kalian para wanita. Kalian (termasuk aku hehe) adalah makluk Allah
yang mulia. Kita selalu diutamakan. So
girls, can you imagine that you’ll be a mother someday? Kita akan punya anak.
Kita juga punya suami yang harus kita urus. Kita akan punya rumah sendiri. Kita
harus bangun pagi pagi untuk sekedar buat sarapan, setelah itu bangunin suami
dan anak-anak. Kita akan melihat anak
anak kita tumbuh besar dan tanpa sadar kita juga menua bersama suami tercinta.
And that’s a life...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar